DEPOK – Menentukan sekolah lanjutan paska Sekolah Dasar kerap menjadi pilihan yang susah-susah gampang. Peran orang tua ditahap ini sangat krusial, bukan hanya sebagai pengarah, tetapi juga sebagai pendamping emosional.
Orang tua perlu memahami minat dan potensi anak sebelum menentukan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai jenjang pendidikan lanjutannya.
Berbagai aspek yang perlu diperhatikan orang tua antara lain, mengetahui apa yang menjadi kesukaan anak, seperti bidang olahraga tertentu, atau seni, bahkan sains.
Dengan memilih sekolah yang tepat sambil merujuk pada fasilitas yang dimiliki sekolah dengan kesukaan anak tentu akan menambah gairah semangat belajar anak.
Tujuannya agar pilihan sekolah tidak hanya “bagus secara nama”, tetapi juga cocok untuk anak. Sekolah yang baik bukan hanya yang favorit, tetapi yang sesuai kebutuhan anak.
Sementara beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua antara lain, lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak, serta kualitas guru yang mampu membimbing dan memahami karakter siswa.
Tidak kalah penting, adalah fasilitas penunjang kegiatan belajar dan pengembangan minat. Kegiatan ekstrakurikuler juga salah satu bagian penting, karena mampu memberi ruang eksplorasi bakat sang anak.
Akses kendaraan, dan lingkungan yang mudah dijangkau juga berpengaruh terhadap kesiapan anak sebelum memulai pelajaran.
Tapi, orang tua juga jangan egois, kerap kali orang tua terlalu dominan dalam memilih sekolah, padahal anak juga perlu dilibatkan agar merasa memiliki keterlibatan dalam menentukan sekolah.
Dikutip dari Kompas.com pada artikel ‘libatkan anak saat memilih sekolah,’ psikolog sekaligus pemerhati pendidikan anak, Seto Mulyadi, mengatakan orang tua kerap lupa bahwa yang bersekolah adalah anak-anaknya, bukan orang tua.
Oleh karena itu, pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini menganjurkan agar para orangtua mengetahui kriteria apa yang patut dipertimbangkan dan mengenali lebih dulu kebutuhan anak-anak dalam pendidikan.
Caranya, anak diberikan hak bersuara untuk menentukan sekolah yang menyenangkan baginya untuk belajar dan bermain.
Cobalah ajak anak untuk ikut serta, anak-anak bisa melihat kondisi belajar mengajar yang ditawarkan dan kondisi sekolah pada umumnya.
“Anak-anak harus dilibatkan. Biarkan mereka melihat situasi sekolahnya dan pola belajar di sekolah itu,” kata Kak Seto.
Saat mendatangi sebuah sekolah, ajak anak untuk melihat-lihat kondisi dan lingkungan sekolah tersebut. Biarkan anak merasakan situasi kelas dan mengenal fasilitas yang ada di sekolah.
Lalu ajak anak berbicara dari hati ke hati untuk mengetahui apa yang menarik dan menyenangkan bagianya. Bertanyalah untuk mengenal “penilaiannya”.