TUGU IBU – SMP Yaspen Tugu Ibu 1 Depok terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui program pembatasan penggunaan gawai bagi siswa selama jam pelajaran. Program ini telah menjadi kebijakan harian sekolah sejak tahun 2022 dan dijalankan secara konsisten hingga saat ini.
Melalui kebijakan tersebut, siswa tetap diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah. Namun, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, seluruh perangkat wajib disimpan dalam keadaan nonaktif atau dititipkan di tempat yang telah disediakan sekolah.
Menurut Kepala Sekolah SMP Yaspen Tugu Ibu 1, Yurita Aqiolaina, S.S., M.I.Kom menyampaikan langkah tersebut diambil bukan untuk melarang teknologi, melainkan untuk menempatkan teknologi pada fungsi yang tepat.
“Sekolah tidak anti teknologi. Kami justru ingin siswa memahami bahwa ada waktu untuk menggunakan gawai, dan ada waktu untuk fokus membangun kemampuan diri secara langsung di ruang kelas,” ujar Mam Yurita -sapaan akrab Yurita Aqiolaina, S.S., M.I.Kom-.
Dalam pelaksanaannya, sekolah juga menyiapkan sistem penyimpanan yang tertib dan aman. Seluruh ponsel siswa disimpan rapi di lemari khusus, disertai pencatatan oleh koordinator kelas agar pengelolaan berjalan teratur serta meminimalkan risiko kehilangan.
Penggunaan ponsel hanya diperbolehkan jika ada instruksi guru, misalnya saat diperlukan sebagai media pendukung pembelajaran digital, pencarian referensi, atau kegiatan edukatif lainnya.
Bagi orang tua atau wali murid yang memiliki keperluan mendesak, pihak sekolah membuka jalur komunikasi melalui nomor wali kelas maupun guru piket. Dengan demikian, kebutuhan komunikasi tetap terjaga tanpa mengganggu konsentrasi belajar siswa.
Mam Yurita menegaskan bahwa pembatasan gawai bukan sekadar aturan disiplin, tetapi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan kemampuan sosial siswa.
“Kemampuan berpikir tidak tumbuh dari layar, tapi dari interaksi hari ini dan pengalaman nyata,” tambah Mam Yuri.
Melalui program ini, SMP Yaspen Tugu Ibu 1 Depok berharap siswa mampu membangun fokus belajar, meningkatkan interaksi sosial, serta lebih aktif dalam pengalaman nyata yang mendukung tumbuh kembang mereka di era digital.