Guru MGMP Bahasa Indonesia saat melaksanakan kegiatan si SMP Negeri 2 Kota Depok. (dok. Panitia MGMP)

MGMP Bahasa Indonesia Kota Depok Perkuat Literasi Guru, Siapkan Antologi Puisi sebagai Warisan Karya

DEPOK – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP/MTs Kota Depok terus memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan kompetensi guru. Pada pertemuan rutin yang digelar di SMP Negeri 2 Depok, Senin (27/7/2026), para guru tidak hanya membahas perangkat pembelajaran dan program kerja organisasi, tetapi juga menggagas gerakan literasi melalui penyusunan Antologi Puisi Guru Bahasa Indonesia Kota Depok.

Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota Depok, Leli Fadliah, M.Pd., dihadiri guru-guru Bahasa Indonesia SMP dan MTs dari berbagai sekolah di Kota Depok. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarguru sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang. Gagasan ini sejalan dengan fungsi MGMP sebagai forum pengembangan kompetensi dan kolaborasi profesional guru.

Dalam agenda kegiatan, peserta mengikuti Sosialisasi Buku Revisi dan Program Kerja MGMP, dilanjutkan dengan penyusunan perangkat ajar yang diharapkan mampu menghasilkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Namun, yang menjadi perhatian khusus dalam pertemuan kali ini adalah komitmen MGMP untuk membangun budaya literasi di kalangan guru. Selama ini, literasi sering dipandang sebagai aktivitas yang hanya ditujukan kepada peserta didik. Padahal, guru juga dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus teladan dalam budaya membaca, menulis, dan berkarya.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, MGMP Bahasa Indonesia Kota Depok berencana menerbitkan Antologi Puisi Guru Bahasa Indonesia Kota Depok. Karya bersama ini diharapkan menjadi ruang ekspresi bagi para pendidik untuk menuangkan gagasan, pengalaman, nilai-nilai kemanusiaan, hingga refleksi tentang dunia pendidikan melalui karya sastra.

Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa guru Bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan keterampilan berbahasa dan bersastra di ruang kelas, tetapi juga menjadi pelaku literasi yang menghasilkan karya. Kehadiran antologi puisi diharapkan mampu menginspirasi peserta didik bahwa menulis merupakan budaya yang harus terus hidup di lingkungan sekolah.

Melalui berbagai program yang dijalankan, MGMP Bahasa Indonesia Kota Depok menegaskan komitmennya untuk berkembang sebagai komunitas belajar yang tidak hanya fokus pada penyusunan administrasi pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi, kreativitas, dan karya-karya literasi. Dengan demikian, profesionalisme guru dapat terus meningkat, sekaligus memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di Kota Depok.

Scroll to Top