DEPOK – SMP Yaspen Tugu Ibu 1 Depok kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak empat siswa berhasil lolos dan diterima di program SMA/SMK Maung Jawa Barat untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Empat siswa SMP Yaspen Tugu Ibu 1 Depok yang berhasil diterima antara lain, Aditya Ari Wardhana, Kautsar Dastan Zahran Shabir, dan Aisyah Nafila Putri diterima di SMA Negeri 1 Depok, sementara Aozora Zahra Elhaqqie diterima di SMK Negeri 1 Cibinong.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMP Yaspen Tugu Ibu 1 Depok. Pasalnya, program Sekolah Maung merupakan program pendidikan unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menerapkan proses seleksi ketat berbasis prestasi akademik maupun nonakademik.
Keberhasilan empat siswa SMP Yaspen Tugu Ibu 1 Depok menembus seleksi Sekolah Maung menunjukkan kualitas pembinaan akademik dan karakter yang diberikan di SMP Yaspen Tugu Ibu 1 Depok. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan potensi diri sejak dini.
Kepala Sekolah SMP Yaspen Tugu Ibu 1 Depok, Yurita Aqiolaina mengatakan pihak sekolah berharap para siswa yang berhasil diterima dapat terus berprestasi, menjaga nama baik almamater, serta menjadi generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Selamat dan sukses kepada para siswa yang telah diterima di SMA/SMK Maung Jawa Barat. Semoga prestasi ini menjadi awal dari perjalanan pendidikan yang gemilang dan menginspirasi adik-adik kelas untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi,” tukas Yurita.
Terpisah, Sekolah Maung merupakan singkatan dari ‘Sekolah Manusia Unggul’, sebuah program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menciptakan pusat pendidikan unggulan di tingkat SMA dan SMK negeri. Program ini mulai diterapkan pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan melibatkan 41 sekolah yang terdiri dari 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri di seluruh Jawa Barat.
Berbeda dengan sekolah reguler, penerimaan siswa Sekolah Maung tidak mengutamakan faktor domisili. Seleksi dilakukan melalui jalur prestasi dan pengukuran kompetensi sehingga siswa yang diterima benar-benar memiliki potensi unggul sesuai bidangnya. Program ini juga memberikan perhatian pada pengembangan bakat akademik, olahraga, seni, kepemimpinan, teknologi, dan berbagai bidang lainnya.
Di Kota Depok, SMAN 1 Depok menjadi sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah Maung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekolah tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan siswa berprestasi dengan sistem pembelajaran yang lebih kompetitif dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
“Sekolah Maung itu adalah perubahan dari sekolah favorit zaman dulu, misalnya ada di satu kabupaten/kota biasanya ada SMA yang jadi sekolah favorit siswa, dimana penerimaan NEM-nya tertinggi. Hari ini, kebutuhan untuk membangun kembali sekolah dengan kualifikasi tertentu untuk anak-anak yang punya prestasi akademik dan non akademik,” pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kepada wartawan.